Warga Mojokerto Temukan Situs Berbentuk Anak Tangga, Arkeolog Sebut Tangga Sebuah Candi

Humas Desa Kumitir Sebuah situs kuno berbentuk struktur tangga ditemukan di area situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto oleh Sejumlah penggali tanah uruk. Batu tersebut diperkirakan meliputi area seluas 16 hektare.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Batu besar yang baru ditemukan itu berbentuk dua anak tangga yang bagian atasnya lonjong. Hasil pengukuran yang dilakukan tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, batu ini sepanjang 130 cm, lebar 100 cm dan tinggi 100 cm.

Penemuan sebuah situs berbentuk anak tangga pertama kali ditemukan para penggali tanah uruk di lahan milik Miskan, warga Dusun Bendo.

Salah seorang penggali Fendi Andriyanto (26) mengatakan, batu besar itu dia temukan pada Sabtu (11/4) lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Posisi batu masih terpendam sekitar 1 meter dari permukaan tanah makam umum Dusun Bendo.

“Kami sedang menggali tanah uruk. Saat kami temukan posisi batu ini terbalik, bagian yang lonjong itu di bawah,” kata Fendi Kamis (16/4/2020).

Temuan batu tersebut lantas dia laporkan ke Pemerintah Desa Kumitir. Dibantu rekan-rekannya, pemuda asal Dusun Bendo ini menggali batu hingga nampak seluruh bagiannya.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan, struktur purbakala dari batu andesit tersebut merupakan salah satu pipi tangga dari sebuah candi. Menurut dia, pipi tangga biasa dipasang pada sisi kanan dan kiri tangga candi.

Bentuk kedua pipi tangga biasa dibuat identik. Sehingga tidak bisa dipastikan batu yang ditemukan ini pipi sebelah kanan atau kiri candi.

“Fungsi batu ini sebagai pipi tangga candi. Kalau pipi tangganya saja sebesar ini, kami berasumsi candi ukurannya juga cukup besar,” terangnya.

Selain batu pipi tangga candi, juga ditemukan beberapa bongkahan batu di dalam makam umum Dusun Bendo. Sejumlah bongkahan batu itu juga komponen dari sebuah candi.

“Temuan batu di makam berupa antefiks yaitu ujung bagian atas candi juga batu-batu kotak komponen candi bagian kaki atau badan. Runtuh kemungkinan akibat gempa bumi,” cetusnya.

Ia memperkirakan, bagian pondasi candi masih terpendam di dalam tanah yang kini menjadi pemakaman umum Dusun Bendo. Kedalaman bagian pondasi diperkirakan sejajar dengan titik ditemukannya batu pipi candi.

“Candi ini kemungkinan dibangun dengan kombinasi batu dan bata merah. Bata merah biasanya untuk isian dalam candi. Candi ini masih berhubungan dengan talud yang kami temukan awal Oktober 2019, talud mengelilingi candi,” tandas Wicaksono.

Sebelumnya, Struktur dari bata merah berbentuk talud kuno atau tembok penguat tanah telah ditemukan terlebih dahulu di situs Kumitir. Dia memperkirakan talud kuno terdebut mengelilingi sebuah kompleks bangunan suci.

Tembok kuno yang telah digali sepanjang 100 meter. Ketebalannya mencapai 140 cm. Sementara tingginya lebih dari 120 cm. Struktur talud ini berada di sebelah timur makam Dusun Bendo.(sma/udi)

sumber : http://suaramojokerto.com/